Home / Terkini / Negosiasi Trump dan Prabowo Adalah Bentuk Proyek Neo-Kolonialisme oleh Kaum Imperialis.

Negosiasi Trump dan Prabowo Adalah Bentuk Proyek Neo-Kolonialisme oleh Kaum Imperialis.

Bangsa Indonesia sedang dirampok, Indonesia s edang dicabuli!!!

Itulah gambaran yang sangat tepat untuk mendeskripsikan kondisi Indonesia saat ini. Penjajahan di abad 21 tidak lagi soal agresi militer bersenjata melainkan soal semakin kuatnya dominasi neo-kolonialisme beserta antek-anteknya yang terinfiltrasi di setiap negara, salah satunya Indonesia.

Ya, Indonesia hanyalah dianggap sebagai pasar konsumen mengingat tingginya angka penduduk di Indonesia. Kita dianggap sebagai tempat “kulak” barang mentah yang dapat dibeli dengan harga murah dan dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi. Kita secara sistematis memang dibentuk menjadi sasaran pasar dalam dinamika pasar bebas.

Negosiasi antara Presiden AS dan Presiden Prabowo Subianto yang menghasilkan kesepakatan tarif impor AS masuk ke Indonesia sebesar 0% dan Indonesia wajib untuk membeli komoditas dari AS senilai USD 15 miliar untuk barang energi, USD 4,5 miliar hasil pertanian AS dan 50 unit pesawat Boeing tipe 777. Sedangkan Trump menetapkan bea ekspor Indonesia ke AS sebesar 19%. Ini jelas merupakan kesepakatan yang menjual harga diri bangsa demi melenggangnnya kepentingan pasar Global AS di Indonesia tanpa diimbangi dengan keuntungan yang proporsional bagi Indonesia.

Baca Juga : GMNI dalam Cengkeraman Kepentingan Politik Struktural

Jika Indonesia berkaca pada kebijakan Deng Xiaoping di Tiongkok, jelas sangat tidak apple to apple mengingat AS tidak lebih dari sekedar menjadikan Indonesia pasar alih-alih penanaman investasi yang berdampak positif bagi Indonesia.

Jelas, ini merupakan konsekuensi dari membuka pasar global tanpa mempersiapkan diri, tanpa mempersiapkan kekuatan bangsa kita untuk bersaing di era global. Kami mempertanyakan sikap tegas Prabowo Subianto yang digadang-gadang akan keras kepada pihak asing agar tidak semena-mena dalam mengambil keuntungan sepihak dari Indonesia, justru dia mempersilahkan Indonesia diobrak-abrik oleh kebijakan pasar global AS tanpa keuntungan lebih untuk negara ini.

Rakyat dibebankan banyak jenis pajak sedangkan orang asing dibiarkan dengan leluasa untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar dan konsumen yang lemah dan ketergantungan. Ini adalah masalah sistematis dan komprehensif.

Penjajahan gaya baru a.k.a Neo-kolonialisme adalah penjajahan yang dilakukan secara sistematis oleh negara adidaya beserta antek-anteknya untuk menghisap negara kita.


Penulis : Aryo Bimo Soebagio (Sub Bidang Kajian, Kebijakan Publik, dan Agitasi dan Probaganda DPC GMNI Malang 2024-2026)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *