Kejadian di RUANG SOSIAL adalah keseluruhan yang ada Di ruang sosial, dia adalah Hukum Rasional SEJARAH
Kejadian adalah Ada yang telah berproses menjadi Ada dalam bentuk yang tidak sama dengan Ada yang mendahuluinya, Kejadian adalah koadaptasi dan komodifikasi yang inovatif, Kejadian adalah Transhistoris artinya kejadian adalah saling kesinambungan antara yang ada dan menjadi sehingga ada yang terjadi (insiden) yang dapat dijadikan awal adanya Perubahan. Kejadian itu ada perubahan itu sendiri namun bergerak di dalam Ruang sosial yang Konkret.
Apakah KEJADIAN sama dengan menjadi,??? Tidak sama. Kejadian mempunyai sifat DINAMIS sedangkan menjadi mempunyai sifat statis .
Apakah Kejadian itu sama dengan yang terjadi???? Tidak sama.
Kejadian mempunyai sifat DINAMIS sedangkan terjadi mempunyai sifat ROMANTIS.
Sifat dinamis dari kejadian yang konkret adalah menjadinya manusia dan terjadinya manusia, dia adalah DINAMIS dikarenakan melewati proses dan tahapan tahapan yang Tiada berkesudahan
Demikian didalam kejadian sosialnya manusia sebagai manusia sosial konkret Tiada pernah berhenti didalam proses dan tahapan tahapannya.
Dengan demikian menjadi dan terjadi itu berada pada sisi sisi kejadian yang merupakan faktor faktor utama didalam kejadian.
Pengertian menjadi sebagai yang Statis artinya menjadi itu adalah Ada yang yang esensial dan adanya adalah Otonom.
Pengertian terjadi sebagai yang mempunyai sifat ROMANTIS adalah adanya terjadi itu tidak otonom dan tidak independen.
Dengan demikian dari gambaran penjelasan pada tulisan diatas dapat dikatakan terdapat tiga keberadaan didalam ruang sosial itu :
YANG pertama adalah kejadian sosial
Yang kedua menjadi sosial
Yang ketiga terjadi sosial
Pandangan filosofis tentang kejadian, menjadi dan terjadi di ruang sosial adalah mutlak, Karana ketiga hal tsb merupakan nilai nilai dasar dari keberadaan di ruang sosial itu.
Bahasa ontologis tentang kejadian, menjadi dan terjadi.
Pikiran, perasaan itu ada dan berasal dari ada , tidak berasal dari tidak ada, apa yang tampak didepan mata itu menjadi. Dia adalah tulisan dan lambang yang berujud manusia, bumi, bumi, matahari,bulan dan bintang, apa yang terjadi itu adalah proses dari kejadian , dia berbentuk struktur sosial dengan konstruksi sosialnya, juga bisa berbentuk Negara, apa yang terjadi ini adalah mekanisme yang yang transformatif,
Kemudian yang terjadi itu bisa disebut sebagai yang menjadi didalam kerangkybesar yang bernama KEJADIAN.
Kejadian di RUANG SOSIAL adalah keseluruhan yang ada Di ruang sosial, dia adalah Hukum Rasional SEJARAH.
Yang menjadi di RUANG SOSIAL itu adalah HUKUM-HUKUM RASIONAL PERUBAHAN.
YANG terjadi di RUANG SOSIAL itu Transformasi nilai nilai fondamental yang berujud INSIDEN SOSIAL
Dari argumen diatas nampak dengan jelas bahwa untuk menentukan tentang kejadian sosial, menjadi dan terjadi dalam penentuan keberadaannya tidak statifikatif dan herarkis hal itu disebabkan oleh karena ketiganya adalah unsur yang terintegrasi.
Kemudian daripada itu bisa juga ketiganya adalah sebuah Trilogi, bisa juga disebut Tri tunggal (meminjam istilah konsep teologi kristiani) .
Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membawa konsep konsep teologis didalam Ruangan Sosial melainkan konsep teologis itu hanyalah menempati posisi sebagai dimensi yang terjadi di ruang sosial.
Pun pula juga tidak menempatkan posisi apapun sebagai posisi sentral, apakah itu idiologi, isme isme, Budaya tertentu yang bersifat historis dan regional, namun tulisan ini menempatkan keberadaan, Kejadian Sosial dalam kerangka historisitasnya yang bersifat Transhistoris artinya komperhensif, Universal.
Contoh keberadaan Kejadian di ruang sosial yang memenuhi persyaratan komperhensif dan Universal secara kelembagaan, Perserikatan Bangsa Bangsa dengan seluruh kelengkapan organisasinya, yang mewakili katagori Insiden Sosial yang bersifat Transhistoris yang dapat dilihat dari Mekanismenya yang menyeluruh.
Kemudian berikutnya adalah Sains dan teknologi yang juga boleh disebut sebagai yang memenuhi persyaratan Transhistoris.
Untuk lembaga lembaga sosial, maupun lembaga lembaga kebudayaan, dan lembaga keagamaan belum bisa dikatagorikan sebagai yang bernama KEJADIAN SOSIAL, hal itu disebabkan belum memenuhi persyaratan Transhistorisitas , namun hanya sebatas memenuhi persyaratan Historis saja dan bersifat primodialistik Regional.
MENGENAI lembaga lembaga keuangan Dunia juga tidak bisa dikatagorikan sebagai KEKUATAN SOSIAL, hal dikarenakan Lembaga tersebut masih dibawah Otoritas tertentu, misalnya mengenai identitas integritas dan loyalitasnya mempunyai tingkat ketergantungan kepada Para TUAN NYA.
Dan dengan demikian dapat dikatakan Bahwa Trilogi itu( kejadian sosial, menjadi sosial dan terjadi sosial) berikutnya akan menampakkan fungsinya sebagai KEKUATAN SOSIAL yang Sarat dengan Hukum Rasional Perubahan Sosial yang merupakan manifestasi dari HUKUM RASIONAL SEJARAH.
Ada 2 ilustrasi tentang Gerak HUKUM RASIONAL PERUBAHAN didalam kerangka HUKUM RASIONAL SEJARAH :
Hidup itu Adalah perjalanan Panjang, Lebih panjang dari panjangnya bumi, hidup itu lebih tinggi dari Galaxi, hidup itu lebih lebar dari lebarnya bumi, bahkan lebih luas dari luasnya bumi, hidup itu juga hrs memahami historisitas kita sebagai manusia, Manusia Adalah Dimensi yg multi komplek, kongkrid dan individual, hidup dlm ruang dan waktu, berada pada posisi Esensinya, yg utuh sebagai Eksistensi Yg Authentik, dgn demikian TDK ada satu Sistematikapun yg mampu menggeneralisasi setiap individu manusia, manusia adalah kebebasan, dan manusia berhak menciptakan dirinya sendiri dgn bebas, arah jaman telah membawa Seluruh umat Manusia KPD suatu dimensi yg kritis, dimana sdh tdk ada batas2 negara, batas budaya, batas Sosial
Pada Suatu waktu ada sebuah kejadian yang Fondamental, yaitu tentang adanya Lembaga baru, yang dibatasi oleh Tembok tembok Raksasa, Gedung gedung putih, Rumput hijau dan Kebun Binatang yang Berujut Manusia, Sementara sesosok KAMPUS BIRU berubah menjadi KELABU, semangat Merah, Api Revolusi, api’ kemarahan Dibakar Habis oleh BOM ATOM, Kampus itu Saksi Bisu, Kampus itu Diam tanpa Suara bahkan Bahasa…….. Mendadak HITLER…. STALIN Berkata Ayo kita Kuasai Dunia…..Kata Stalin.Dan Hitler membentak Pergilah ke Timur Hai Komunis dan Aku pergi ke barat…. Secepat kilat momen historis terjadi, Gemuruh Sejuta Marinir mendarat Di Normandia Konspirasi Hitler dan Setalin Gagal, Hiroshima Nagasaki dibakar Bom ATOM, Benar’hebat si keparat Amerika,….
Baca Juga :Â Ruang Sosial
Tetapi…..Di sebelah Tenggara Bumi ini ada yg meledakkan Revolusi SOSIAL dengan kulminasi PROKLAMASI KEMERDEKAAN INDONESIA
Dari gambaran tulisan diatas Bahwa Suku bangsa manusia itu mempunyai kehendak Untuk bergerak pada jalan sejarah dengan Hukum HUKUM RASIONAL SEJARAHNYA.. inilah yang dinamakan Kehendak untuk BERKUASA dari suku bangsa manusia yang esensial. Kehendak untuk BERKUASA inilah yang membuat terpecah belahnya suku bangsa manusia menjadi beberapa Suku bangsa dan bercerai berai dihamparan BUMI.
Dari ilustrasi ini menggambarkan bahwa Potret Kejadian di Ruang Sosial itu adalah Transhistorisitas, Universalitas dan Komperhensifistik yang tak terelakkan.
Kemudian muncul beberapa Pertanyaan misalnya, Bagaimana tentang Indonesia, Bagaimana tentang PERANG di Ukraina, Bagaimana situasi di Timur Tengah dengan segala implikasinya dan bagaimana tentang berbagai krisis di Dunia dan masih ada berderet deret Pertanyaan yang membutuhkan jawaban yang utuh dan otentik. Namun ada pergerakan sosial yang telah menjadikan Situasi Sosial terharu biru yaitu kepesatan gerak Sains dan teknologi, kecepatan gerak Komunikasi Informasi dan Revolusi industri yang mampu membawa anak anak manusia yg tinggal di muka bumi ini menuju kepada kesadaran HISTORISITAS NYA sebagai manusia baik sebagai manusia individu konkret maupun sebagai manusia sosial konkret.
Berikutnya adalah ilustrasi tentang simbol sains dan teknologi :
Waktu telah mengharu birukan kehidupan Anak2 manusia, hampir setiap anak manusia berpacu dgn waktu, sehingga tanpa terasa kehidupan sosial ini membawa serta perubahan2 dgn cepatnya, sdh hampir tdk ada lagi ruang dan kesempatan yg tersedia bagi individu2 yg lemah utk hidup layak sebagai manusia, hanya individu yg unggul yg mempunyai peluang utk mendapatkan keberuntungan
Keberuntunga hanya dapat diraih oleh individu yg punya talenta dan berani
Mendadak Petir Menyambar Disiang hari, kampus yg tragis, akankah kau jadi sebuah Tragedi, ketika badai lewat dengan dahsyat, sekilas nampak Potret Sokrates sedang jabat tangan dengan Plato, sebuah Peristiwa yang Fondamental…….., Sebuah kejadian yg Monumental, ketika Plato mengadakan pembelaan terhadap Sokrates, tak peduli Plato adalah Bangsawan, tak Peduli Sokrates adalah Anjing. Mendungpun menutup Bumi, menutup apapun yang ada, bahkan semuanya, setiap orang kelabakan, tak tahu harus kemana, tak tahu harus apa…….. , Ini sebenarnya Apa,,,, dan ulah siapa,,,,,, Sementara Gelora Jiwa tetap membara,,, Semangat Merah menjadi Semangat Baru,,,,,,,, dan Sang BIJAKSANA lewat dan berkata ; “Cintailah Kebijaksanaan”.
Inilah percikan percikan ontologis dari KEJADIAN DI RUANG SOSIAL itu yang menampakkan fungsinya sebagai KEKUATAN SOSIAL yang Tak terelakkan dan terus menerus berkembang bertumbuh dan berubah menjadi FAKTA yang lebih kepada sekadar Fakta alternatif yang selama beberapa Dasa Warsa menjadi ketidakmungkinan yang terjadi di ruang sosial yang Absud ini.
Argumentatif Analisis: Ruang Sosial dalam Kehidupan Manusia
Ruang sosial merupakan arena yang mencakup kehidupan sosial manusia baik sebagai individu konkret maupun sebagai entitas sosial konkret yang tinggal di muka bumi dan berorientasi kepada dunia. Dalam ruang sosial ini, terdapat berbagai tempat dan dimensi yang mencakup struktur sosial dan konstruksi sosial. Negara-negara di bumi ini, misalnya, sepakat membentuk struktur dan konstruksi sosial yang lebih besar, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Manusia, baik sebagai individu maupun sebagai makhluk sosial, mengarahkan hidupnya dengan tujuan membangun peradaban manusia. Proses pembentukan sosial terus berlangsung, disertai dengan orientasi terhadap dunia. Hal ini menggambarkan bahwa bumi dimodifikasi menjadi sumber daya alam, dan manusia menjadi sumber daya manusia. Orientasi terhadap dunia dibagi menjadi tiga dimensi utama: etis, estetis, dan religius.
Perkembangan sains dan teknologi secara signifikan mempengaruhi perubahan sosial. Inovasi yang tak terhentikan oleh kekuatan apa pun di bumi menyebabkan berbagai bentuk modifikasi sosial, seperti identitas, integritas, dan loyalitas. Bentuk-bentuk klasik seperti kebebasan, keadilan, dan kesejahteraan menjadi gaya hidup dan struktur sosial yang baru.
Struktur dan Konstruksi Sosial dalam Perspektif Global
Struktur sosial global, yang diwakili oleh PBB, memiliki hierarki yang terkadang mengalami disorientasi organisasi. PBB dibentuk sebagai respons terhadap Perang Dunia II, terutama untuk negara-negara yang memenangkan perang tersebut. Negara-negara ini, seperti Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Uni Soviet (sekarang Rusia), dan Republik Rakyat Tiongkok, memiliki kekuatan veto yang dapat menolak segala kebijakan PBB.
Majelis Umum dan alat kelengkapan PBB lainnya, seperti WHO dan FAO, menjalankan fungsi sesuai dengan keberadaannya masing-masing. Namun, interpretasi bahwa struktur dan konstruksi sosial PBB rentan terhadap perubahan sosial karena sifat stratifikasi dan hegemonistik dari hierarkinya menjadi semakin jelas. Sebagai organisasi yang rentan terhadap perubahan, PBB bisa lumpuh atau bahkan runtuh jika tidak mampu beradaptasi dengan hukum rasional perubahan yang terus berjalan.
Baca Juga : Dinamika Sosial Politik Indonesia
Ruang Sosial dan Perubahan Sejarah
Sejarah manusia menunjukkan bahwa ruang sosial selalu bertransformasi seiring dengan perkembangan waktu. Dari Perang Korea yang berakhir dengan opsi dua negara hingga Krisis Teluk Babi di Kuba yang diselesaikan melalui diplomasi, dinamika ruang sosial terus berubah. Konflik seperti Perang Vietnam dan berdirinya negara Israel menambah keragaman dalam ruang sosial global.
Ruang sosial adalah arena di mana manusia hidup dan berinteraksi, baik secara edukatif, politis, maupun manipulatif. Interaksi sosial ini menciptakan struktur sosial yang kompleks. Manusia menyadari historisitasnya sebagai bagian dari bangsa dan negara, menjalani kehidupan sosial yang dinamis.
Kesimpulan
Ruang sosial adalah wahana yang mencakup dimensi etis, estetis, dan religius, di mana manusia berinteraksi dan membangun peradaban. Struktur sosial global, seperti PBB, memainkan peran penting dalam membentuk dinamika ruang sosial ini. Namun, organisasi semacam ini rentan terhadap perubahan sosial yang dipicu oleh sains dan teknologi. Oleh karena itu, memahami ruang sosial dalam konteks sejarah dan perubahan global menjadi penting untuk mengarahkan kehidupan manusia ke arah yang lebih baik.
Tulisan ini merupakan gambaran umum tentang ruang sosial dan kompleksitasnya, serta pentingnya peran manusia dalam membentuk dan memahami ruang sosial yang ada.
Oleh : Joko Sukmono
Badan Pendidikan dan Pelatian
Gerakan Pemuda dan Pelatihan
(NASMAR)










