Home / Opini / SURAT UNTUK PEREMPUAN

SURAT UNTUK PEREMPUAN

Ketahuilah, cinta itu seharusnya menghidupkan, bukan mematikan.

Kepada kamu, perempuanku yang matanya masih berbinar menatap masa depan:

Dengarlah, hari ini hatiku hancur berkeping-keping lagi.

Kita kembali membaca berita tentang seorang perempuan yang napasnya dihentikan oleh tangan yang seharusnya mendekapnya, oleh sosok yang dulu berjanji akan menjadi rumah paling aman baginya.

Baca Juga : Indonesia di Ujung Jurang: Krisis Jati Diri Bangsa

Ketahuilah, cinta itu seharusnya menghidupkan, bukan mematikan. Cinta itu membasuh luka, bukan menciptakan luka baru yang berujung nisan.

Jangan pernah menukar harga dirimu dengan rasa takut.

Jika dia mulai membungkam suaramu, itu bukan tanda dia menjagamu. Jika dia mulai mengendalikan langkahmu dengan ancaman, itu bukan bukti dia menyayangimu. Itu adalah rantai yang sedang melilit lehermu perlahan.

Untuk anak muda zaman sekarang yang hidup di era di mana obsesi sering kali dianggap sebagai bentuk ‘perhatian’:

Jangan memaklumi kekerasan hanya karena dia bilang dia ‘khilaf’ atau ‘terlalu cinta’.

Jangan bertahan dalam racun hanya karena kamu merasa bisa mengubah sifatnya. Kamu adalah pasangannya, bukan pusat rehabilitasinya.

Jangan abaikan intuisi kecilmu. Jika hatimu merasa tidak aman saat bersamanya, itu adalah jiwamu yang sedang berteriak meminta tolong.

Baca Juga: Luka Menahan Air Mata

Kehilangan nyawa di tangan seseorang yang pernah kita sebut ‘tujuan pulang’ adalah pengkhianatan paling purba di dunia ini. Kita tidak ingin lagi ada nama yang menjadi tagar duka di media sosial. Kita ingin kamu hidup, bertumbuh, dan dicintai dengan cara yang paling mulia.

Ingatlah satu hal ini: Lebih baik patah hati karena pergi, daripada kehilangan nyawa karena bertahan. Kamu terlalu berharga untuk menjadi sekadar angka dalam statistik kekerasan.”

“Cinta tidak memiliki tangan yang memukul, dan tidak memiliki kata yang membunuh. Jika ia menyakiti, itu bukanlah cinta.”

 

Penulis : Sarinah Oktaviana Kebek (Ketua DPK GMNI Ekonomi Unidha 2024-2025)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *