Ketersediaan sosial itu memang benar-benar ada dan telah menjadi, oleh karenanya pilihan pilihan yang sudah tersedia itu boleh dipakai boleh tidak dipakai karena sediaan sosial itu masih bersifat kontingensi
Ketersediaan yang selalu menjadi pilihan bagi dambaan sebagaian orang, sebagaian kelompok adalah hal yang terus menerus terjadi di kehidupan sosial manusia. Ketersediaan tersebut adalah pancang pancang kebenaran, pancang pancang kebaikan, yang keduanya dianggap mampu membawa serta segala perubahan, segala kemajuan dan seluruh tujuan yang menjadi dambaan
Ketersediaan sosial itu memang benar-benar ada dan telah menjadi, oleh karenanya pilihan pilihan yang sudah tersedia itu boleh dipakai boleh tidak dipakai karena sediaan sosial itu masih bersifat kontingensi artinya adanya dan menjadinya tergantung dari ada yang lain dan menjadi yang lain, sehingga inilah yang dinamakan Hak daripada setiap individu manusia kongkrit
Misalnya telah tersedia berbagai agama di dunia, ketersediaannya boleh dipakai boleh tidak, dengan demikian Agama adalah hak bukan kewajiban, contoh yang lain ada berbagai isme isme didunia, mereka ada dan menjadi boleh menjadi pilihan boleh juga tidak menjadi pilihan dan tentunya masih banyak contoh contoh yang lainnya
Sampai saat ini arah dari kebebasan manusia itu sudah tidak bisa lagi diterjemahkan kedalam teks teks baik’ yang berupa pasal pasal maupun ayat ayatnya dengan alasan apapun maupun atas nama apapun
Manusia adalah kebebasan, ciptakanlah dirimu dengan bebas.
Sesuatu yang ILUSIf, yang fantastik, yang halusinasif dan yang Tahayul tidak pernah ada dalam diri saya, saya hanya berinteraksi dengan orang lain dalam rangka ada dan menjadi dengan dilandasi oleh hal yang Logis dan Realistis
Saya sebagai individu manusia yang tinggal di muka bumi ini Meniscayakan diri saya sendiri sebagai Eksistensi yang Autentik, sebagai Eksistensi yang beresensi, sebagai Eksistensi yang menciptakan kebebasanku sendiri, sebagai Eksistensi yang menciptakan cita citaku sendiri, dan kesadaran Sosio historis dan Sosio kultural saya sebagai individu manusia Meniscayakan eksistensiku untuk berinteraksi dengan individu lain dalam konteks yang lebih luas, bisa berupa interaksi edukatif, interaksi politis maupun berbagai macam jenis interaksi yang lain, tentang apa yang didapatkan dalam berinteraksi itu? Hal tersebut tidaklah menjadi tujuan, yang terpenting adalah menjalani proses kehidupan sosial seumur hidup.
Baca Juga :Â Potret Masyarakat Industri | Joko Sukmono
Tahapan tahapan perjalanan manusia didalam proses Rasional Sejarah: Manusia adalah Dimensi yg multikomplek, kongkrit dan individual hidup di dalam Waktu, berada pada posisi Ruangnya, bergerak pada posisi Tempatnya, bertualang dalam posisi Esensinya yang Utuh sebagai Eksistensi yang Autentik. Kemudian daripada itu didalam waktunya manusia terperangkap oleh yg bernama Waktu yg dahulu dan waktu yg akan datang, dan ada kecenderungan tidak menyadari waktu sekarang.
Ketika berada pada posisi Ruangnya manusia menyadari Historisitasnya sebagai manusia, bahwa aku ini adalah Suku bangsa manusia yg terlihat langsung dengan seluruh saudara Saudaraku yg tinggal di muka bumi, dan aku menjadi suatu Bangsa disebuah Negara yang Meniscayakan diriku Ada sebagai Bangsa Indonesia dan aku setuju dengan Negaraku yang bernama Republik Indonesia
Tentang bergerak pada posisi Tempatnya manusia berada pada suatu tempat yang tak terelakkan bernama Interaksi Sosial, disitu terhampar luas berbagai macam jenis interaksi, ada interaksi Edukatif, ada interaksi politis, dan ada berbagai bentuk interaksi yg bersifat manipulatif, dari sinilah manusia mulai menjalani kehidupan sosial yg komplek.
Bahwa ketika manusia bertualang pada posisi Esensinya, ada dimensi yg tegar berhadapan langsung dengan seluruh keberadaannya, ia adalah dimensi Estetis, ia adalah dimensi Etis dan bahkan ada Dimensi yang berupa Relegi,
Pada tataran sebagai Eksistensi yang Autentik manusia adalah sungguh sungguh menjadi manusia konkret dengan identitas sebagai makhluk individu kongkrit, mahluk sosial. Kongkrit bahkan lebih banyak lagi yg disandangnya, Bisa menjadi Homo Sapien, bisa menjadi Homoseksual, bisa menjadi Homo Faber, Homo Luden dan masih banyak peluang peluang menjadi…….
Dalam pemahaman umum, masa depan sering kali dikaitkan dengan harapan dan tujuan yang ingin dicapai oleh individu atau masyarakat. Namun, pandangan tentang masa depan dapat berbeda-beda tergantung pada perspektif dan nilai-nilai yang dianut oleh individu atau kelompok.
Baca Juga :Â Dinamika Sosial Politik Indonesia
Bahwa masa depan tidak lagi berpedoman pada keadilan sosial, melainkan lebih berpijak pada proses sejarah, menunjukkan bahwa melihat adanya pergeseran dalam nilai-nilai yang menjadi landasan bagi perkembangan masyarakat. Keadilan sosial adalah prinsip yang menekankan pentingnya distribusi kekayaan dan kesempatan yang adil bagi seluruh anggota masyarakat. Namun, masa depan tidak lagi memprioritaskan keadilan sosial, melainkan lebih fokus pada proses sejarah.
Pendapat bahwa ini membutuhkan renungan yang radikal dan mendalam menunjukkan bahwa menganggap perubahan ini sebagai sesuatu yang signifikan dan memerlukan pemikiran yang lebih dalam untuk memahaminya. Renungan yang radikal dan mendalam dapat melibatkan refleksi kritis terhadap nilai-nilai yang ada, analisis terhadap perubahan sosial dan politik, serta pemahaman yang lebih luas tentang sejarah dan konteks sosial.
Historisitas manusia tidak lagi ditentukan oleh dogma menunjukkan bahwa adanya pergeseran dalam cara manusia memahami dan menginterpretasikan sejarah. Dogma merujuk pada keyakinan atau doktrin yang dianggap mutlak dan tidak dapat dipertanyakan. Bahwa historisitas manusia tidak lagi terikat oleh dogma, yang dapat diartikan bahwa manusia memiliki kebebasan untuk memahami dan menginterpretasikan sejarah sesuai dengan konteks dan perspektif yang berbeda.
Namun, penting untuk diingat bahwa pandangan tentang masa depan dan historisitas manusia dapat bervariasi tergantung pada perspektif dan pemahaman individu. Diskusi dan refleksi yang lebih mendalam dapat membantu kita memahami perubahan-perubahan ini dengan lebih baik dan mengembangkan pemikiran yang lebih kritis dan inklusif.
Teruslah menjalani hidup sesuai dengan kapasitas yang ada pada diri Kita masing masing, sesuai dengan talenta yang yang menjadi milik kita masing-masing, berikan waktu yang cukup untuk diri kita masing-masing, Jaga hidup kita masing-masing kemudian jika suatu saat nanti menemukan seorang sahabat sejati maka itu adalah keberuntungan didalam hidup, dan lihatlah jendela kehidupan itu, disitu terdapat hamparan luas, terdapat keaneka ragaman kehidupan, lalu bisikanlah kepada sahabat sejatimu itu dengan lembut: sahabatku….. Dalam kebersamaan ini aku selaku menghimbau kepada engkau supaya menjadi bersatu sebagai kita.
Baca Juga :Â Fenomena Sosial
Sebuah Ilustrasi
Ada suatu lembaga baru yang sudah berani meninggalkan gumpalan yang lama , yg berani melompati situasi batas, yang berani tidak tergantung kepada yang lama, yang berlari meninggalkan yang lama dan tidak menoleh kepada yang lama lagi, dan yang lama kemudian menjadi apa , bagi yang baru tidak pernah mempersoalkannya
Kepada yang Baru tetaplah Tegar dan berani walaupun dihbekang kalian ada banyak yang lama menghalangi kalian untuk menjadi yang BARU
Pada hari ini adalah suatu akumulasi dari kegiatan kegiatan kemarin yang bernama situasi sosial yang terdampar pada situasi batas yang absud, Pada hari ini ada hamparan luas yang terbuka didepan utk dilalui, pada hari adalah merangkai tindakan tindakan produktif dengan melompati situasi batas sosial yang absud itu, pada hari adalah waktu yang disediakan oleh hukum RASIONAL Sejarah utk berfikir logis dan realistis
Oleh : Joko Sukmono
Badan Pendidikan dan Pelatian
Gerakan Pemuda dan Pelatihan
(NASMAR)










