Home / Sosial / Menjadi Rakyat | Joko Sukmono

Menjadi Rakyat | Joko Sukmono

Rakyat adalah sebuah ILUSI yang sengaja diciptakan oleh KEKUASAAN untuk dijadikan instrumen dalam memperkokoh Kekuasaan, sehingga Rakyat ditempat Pada posisi yang mulia sebagai Pemilik Kedaulatan Dengan hak hak istimewa.

Kekuasaan ada Pada Rakyat Indonesia dan daripadanya KUASA itu diserahkan kepada Penguasa yang juga berasal dari Rakyat.
Penguasa diberi kekuasaan oleh Rakyat untuk menjalankan perintah Undang Undang Dasar th 1945.
Dengan demikian kekuasaan itu berasal dari rakyat, dilaksanakan oleh Rakyat dan ditujukan untuk Rakyat.

Kemudian dari pada itu Republik Indonesia ini adalah Negara Kesatuan yang berbentuk REPUBLIK artinya Sebagai Negara’ Kesatuan memiliki filosofi kesatuan yang bernama Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrua.

Memiliki kesatuan dibidang Idiologi, POLITIK EKONOMI BUDAYA dan sistem pertahanan keamanan semesta.
Berbentuk REPUBLIK artinya sebuah NEGARA yang berdiri tegak MELINDUNGI BANGSA, Rakyat dan masyarakat Indonesia Secara sungguh sungguh dengan filosofi menempatkan kepentingan Rakyat Bangsa dan NEGARA diatas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Kemudian dari pada itu NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ini memiliki Warga NEGARA yang memiliki hak yang sama didalam mengemban kewajibannya sebagai Warga NEGARA.

Menjadi Rakyat itu kehendak siapa???, menjadi Rakyat itu adalah perintah konstitusi. Apakah Rakyat itu sungguh sungguh ada??? Rakyat tidak memiliki eksistensi dikarenakan Rakyat itu adalah perintah tekstual saja dari konstitusi.
Rakyat hanya memiliki esensi yang ABSURD artinya untuk menjadi Rakyat dibutuhkan sesuatu yang abstrak berupa prasyarat yang tidak bisa dijelaskan secara logis dan Realistis.

Baca Juga :Realisme Sosial | Joko Sukmono

Apakah Rakyat itu adalah Warga NEGARA?? Tidak.
Apakah Rakyat itu adalah Warga BANGSA???, Tidak.
Apakah Rakyat itu adalah Penduduk yang Ber- KTP (Kartu tanda Penduduk) ??, TIDAK.

Dengan demikian apakah Rakyat itu???. Rakyat adalah sebuah ILUSI yang sengaja diciptakan oleh KEKUASAAN untuk dijadikan instrumen dalam memperkokoh Kekuasaan, sehingga Rakyat ditempat Pada posisi yang mulia sebagai Pemilik Kedaulatan Dengan hak hak istimewa.

Rakyat adalah konsep yang bersumber dari nilai nilai fundamental kemanusiaan seperti kebebasan kesetaraan Keadilan yang kemudian oleh BUNG KARNO diberi nama Budi Nurani Kemanusiaan

Untuk menjadi Rakyat dibutuhkan kemauan politik yang ekstrim dari presiden Republik Indonesia yaitu dengan mendorong seluruh instrumen Negara agar setiap orang Indonesia ditempatkan pada posisi ESENSINYA YANG SEJATI dan Sungguh sungguh ada sebagai Eksistensi.
Rakyat itu ESENSINYA adalah seluruh hak yang melekat padanya Yakni hak untuk terlibat langsung secara physik dan phykis didalam politik.
Kemudian rakyat Indonesia memiliki hak untuk menjani hidup layak sebagai manusia Indonesia seutuhnya.

Itulah ESENSI dan EKSISTENSI RAKYAT dalam kerangka bernegara berbangsa dan bermasyarakat
Sudah tidak ada alasan lagi bagi pemerintah untuk sesegera mungkin menjadikan Rakyat sebagai Pilar utama Negara.
Jika keberadaan Rakyat Indonesia ini Tidak Konkret maka sudah dapat dipastikan NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA ini BUBAR dan berubah menjadi Fosil yang dilupakan sejarah.

Baca Juga: Kembali ke Dekrit | Joko Sukmono

Filosofinya adalah manusia Berdikari, seorang petani yang memiliki alat produksi berupa tanah, cangkul kemudian membawa sekalian kontong hasil produksinya untuk bekal menjalani hidup.
Manusia Berdikari inilah yang dijadikan simbol perjuangan Marhaenisme.
Kerakyatan yang menjadi dasar Pijakan pergerakan Marhaenisme adalah manifestasi dari tujuan proklamasi kemerdekaan Indonesia, yang diterjemahkan sbb;

Tujuan berdirinya Negara Bangsa Indonesia ini adalah terwujudnya masyarakat Adil dan makmur berdasarkan Pancasila.
Yakni tatanan seluruh perikehidupan berbangsa bernegara dan bermasyarakat yang berdasarkan Pancasila dan UUD th 1945.
Disitu tidak ada orang miskin
Tidak ada orang bodoh
Tidak ada penindasan
Dan didalam menghapuskan ketiganya dibutuhkan tenaga tenaga Revolusioner yang Progresif
Siapa dia?? , Dia adalah Marhaenis Marhaenis
Dia adalah generasi baru yang bernama NASMAR.
Dan Nasionalis Marhaenis tidak terpaku oleh dendam masa lalu melainkan berpikir dan bertindak Logis dan Realistis dengan melakukan perubahan tingkah laku dari yang statis Menjadi Dinamis.
Pancasila itu Dinamis.
Marhaenisme itu pro Rakyat dan pro Kemajuan dan Keberdikarian Bangsa.
NASMAR JAYA

MERDEKA…!!!

Ternyata sudah jelas jelas dan gamblang Bahwa Kapitalisme telah menjadi pemenang
Motor indah
Mobil Mewah
Rumah Mewah
Hotel Mewah
Makanan Mewah
Dan padanya dipastikan BERCOKOL Cowok ganteng dan Keren
Cewek cantik dan Aduhai
Mereka adalah SIMBOL Manusia Hedonis yang konsumtif
Dari mana mereka mendapatkan uang??
Mereka adalah manusia manusia yang Telah digembleng oleh Para Neolib.
Mereka adalah wajah wajah mempesona dari Neoliberalisme
Mereka mendapatkan fasilitas yang yang Representatif
Siapa diantara anak anak manusia yg tidak menginginkan kehidupan sosial menyenangkan seperti itu
Cukup sandang pangan dan papan dan kesejahteraan sosial yang representatif??
Tentunya Ok bukan

Namun fasilitas yang didapatkan tersebut adalah buah hasil dari Eksploitasi terhadap Para Pekerja

Kapitalisme telah memasuki Fase baru BERNAMA Libertarianisme yang disokong oleh millenial dan Digitalisasi

Kadang ada yang berteriak Hidup Rakyat Namun ternyata Dia adalah antek antek NEKOLIM
Kemudian ada juga kepalan tangan dengan Pekik Lantang…… MERDEKA…..!!!
Ternyata antek antek Asing yang berwajah Marhaenis

Bahkan Presiden Republik Indonesia juga berteriak Hidup Rakyat Indonesia
Tetapi mengapa masih ada Rakyat Indonesia yang Miskin
Bodoh dan
TERTINDAS

Rakyat sebagai pemilik kedaulatan negara Republik Indonesia hidupnya miskin
BODOH dan
Tertindas
Apakah ada pemilik kekuasaan itu miskin
BODOH dan
Tertindas???
Tidak…!!!
Dan mengapa juga masih ada Gerakan memperjuangkan Nasib Rakyat dengan Jargon AMPERA ( AMANAT PENDERITAAN RAKYAT)
Ini adalah Bentuk manipulasi Yang tidak kentara karena hal tersebut tidaklah terpikirkan baik Penyelenggara negara maupun oleh Rakyat Indonesia sendiri

Menjadi Rakyat Indonesia itu dimulai pada tgl 17 Agustus th 1959 ( Penemuan kembali jalannya Revolosi)
MENJADI BANGSA Indonesia secara konkret dimulai tgl 5 Juli th 1959
Dengan DEKRIT Presiden Republik Indonesia, SUKARNO.

Menjadi Republik Indonesia dan didalam ada Bangsa Indonesia sejak Peristiwa politik dan budaya Pada Proklamasi tgl 17 Agustus th 1945
Pada saat itu BANGSA dan NEGARA sudah ada namun belum MENJADI.


Oleh : Joko Sukmono

Badan Pendidikan dan Pelatihan

Gerakan Pemuda Nasionalis Marhaenis

( NASMAR )

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *